Tampilkan postingan dengan label INOVASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INOVASI. Tampilkan semua postingan

14 Des 2012

KEHILANGAN PEKERJAAN ITU PASTI, MULAILAH MEMBUKA USAHA !



ResensiBuku: Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian

Jangan mau seumur hidup jadi orang gajian. Siapapun yang bekerja suatu saat pasti akan kehilangan pekerjaannya. Bisa karena pensiun, dipecat atau perusahaan bangkrut. Buku ini "memprovokasi" pembaca supaya berpikir ulang mengenai status "kepegawaiannya", sebelum masa "kehilangan pekerjaan" itu tiba. Sedia payung sebelum hujan, bertindak cepat, buka usaha sebelum kehilangan pekerjaan.

Ternyata "menjadi pengusaha adalah keharusan", begitu tulis Bambang N Rachmadi, President Director dan Pemilik Mc Donald Indonesia, dalam sambutan buku tersebut. Menurut Bambang, dari 100 orang pengusaha baru, 80 persen jatuh bangkrut dan miskin karena "kebodohan" atau "ketidak-tahuan". Persyaratan terpenting menjadi pengusaha ialah "Jiwa Wirausaha" dan "Keberuntungan".
Supaya terbebas dari "ignorance", maka seorang calon pengusaha harus banyak belajar, supaya usahanya berlanjut dan berkembang. Buku "Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian" memberikan manfaat yang luar biasa bagi pembacanya, antara lain :
1. Memompa semangat untuk segera memulai usaha.
2. Menuntut untuk masuk ke dunia wirausaha.
3. Memberi keyakinan, bahwa uang bukan segalanya untuk memulai usaha.
4. Memberikan contoh langkah orang-orang yang telah sukses.
5. Memberikan software business plan (buku ini dilengkapi CD)
6. Memberikan informasi tentang sumber-sumber permodalan
7. Memberikan informasi tentang website bisnis dunia
Anatomi buku ini meliputi lima bagian. Bagian pertama mengenai Potret Small Medium Enterprise (SME) Di Indonesia, antara lain mengungkap perihal: Siapa usahawan survive di Indonesia; Persoalan Dasar Entrepreneurship di Indonesia; Menciptakan komunitas berbudaya wirausaha. Bagian dua mengenai The Spirit Of Entrepreneurships, ternyata masa depannya ditangan sang pemberani, inovator dan pemiliki jiwa wirausaha. Bagian tiga menampilkan Kisah Sukses Para Entrepreneur, kelas nasional (Aa Gym, Arifin Panigoro, Bob Sadino, Ciputra sampai Surya Paloh), kelas internasional (Aristoteles Onassis, Bill Gates, sampai Walt Disney). Bagian keempat mengenai Kredit Mikro dan Venture Capital, memuat berbagai lembaga keuangan sebagai mitra usaha, seperti BI, BRI, Bank BNI, BCA, Bank Danamon, Bank Muamalat, dan sebagainya. Bagian lima mengenai Komunitas Virtual, menampilkan alamat beberapa wbsite yang berkaitan dengan kewirausahaan.
Sebagai panduan memulai bisnis, keberadaan buku ini sangat memadai. Namun sekali lagi, yang terpenting adalah: Praktek ! Praktek ! Praktek ! (Atep Afia)

Link yang relevan :
* http://www.we-entrepreneur.com

Daftar Pustaka
Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian. Valentino Dinsi, SE, MM, MBA dkk. LET''S GO Indonesia 2005. 305 Halaman.

Sumber Gambar :
http://www.noulakaz.net/weblog/2008/09/
http://www.myownbusiness.org

IDE : BENIH UNTUK BISNIS BESAR




Resensi Buku: Turn Your Good Idea into a Great Business

Menjadi pengusaha, mengubah ide cemerlang menjadi bisnis yang besar dan menguntungkan. Pada dasarnya sebua bisnis besar bermula dari ide cemerlang. Dan ide cemerlang itu bisa muncul dari siapa saja, kapan saja dan di mana saja. Persoalannya, bisakah ide cemerlang itu diwujudkan menjadi bisnis, menjadi usaha yang sangat menguntungkan.

Buku dengan judul asli "Beermat Entrepreneur, Turn Your Good Idea Into a Great Buseness", mengupas perihal "benih perusahaan", "pertumbuhan perusahaan", sampai "menjadi perusahaan yang perkasa seperti pohon eik". Dalam kata pengantarnya, Charles Dunstone, pendiri The Carphone Warehouse, menyebutkan bahwa entrepreneur adalah orang-orang yang hebat, namun mereka butuh bantuan yang semestinya. Mereka membutuhkan antusiasme dan kejelasan. Bagaimanapun pebisnis memerlukan advis, kontak dan dukungan moral. Pebisnis memerlukan mentor, terutama pada tahap-tahap tertentu pertumbuhan perusahaan.

Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman hidup, bukan buku teori. Sehingga pebisnis atau calon pebisnis bisa belajar dan menikmati buku ini. Dijelaskan, bahwa memang benar, kesuksesan bisnis menuntut kerja keras. Kebanyakan menuntut kerja keras 24 jam sehari, selama lima tahun. Pebisnis selalu percaya diri, mereka terlahir optimis, mereka tahu apa yang mesti dilakukan.$0$0$0$0$0Untuk menanam pohon, harus dirintis dari keberadaan benih. Kalau benihnya berkualitas, lingkungannya baik dan pemeliharaannya tepat, maka benih itupun segera akan tumbuh menjadi pohon yang produktif. Begitu pula perusahaan yang kokoh, diawali dari benih perusahaan yang unggul. Benih tersebut adalah ide cemerlang, apakah orang sekitar menyambut dengan antusia, apakah keesokan harinya, kita bangun tidur ide itu masih tampak cemerlang ? Dalam pertumbuhannya dibutuhkan mentor, kalau bisa seorang pengusaha yang berpengalaman dan senior, dapat menangkap gagasan Anda, menyukai Anda, dan Anda suka kepadanya. Selain itu, sangat penting untuk membentuk tim entrepreneur, inovator teknik, spesialis delivery, penjualan dan keuangan. Ketika usaha sudah tumbuh dan berjalan, maka Anda mesti mencari pegawai, sebagai langkah awal membentuk dream team. Anda dituntut untuk mendelegasikan tanggung jawab riil kepada mereka. Perusahaan Anda kini menjadi pohon kecil, bukan lagi kecambah yang baru tumbuh.

Menurut penulis buku ini, periode pertumbuhan perusahaan dimulai ketika saat memulai hanya dengan 5 orang, kini ditangani 20 orang. Bukti nyata bahwa bisnis pada dasarnya berurusan dengan orang-orang. Dijelaskan, dari sudut marketing, perusahaan yang mulai jadi pohon sebenarnya merupakan sebuah "butik". Yang menjadi pelanggan ialah pasar yang istimewa, konsumen berasal dari rekomendasi (dan tentu saja kembali lagi, lagi, lagi dan lagi). Gayanya benar-benar personal, ramah, memiliki komitmen; semua pihak dalam bisnis mempunyai visi yang sama, serta bekerja dan berupaya merealisasikannya bersama-sama.

Setelah mencapai tahapan kepercayaan pasar yang kuat, arus dan variasi penjualan yang mantap, organisasi yang sehat, keuangan yang solit dan para pegawai yang sejalan dan benar-benar siap, maka perusahaan pun segera menjelma seperti pohon yang eik yang perkasa. Dalam fase ini maka pengusaha atau pebisnis akan meraih kekayaan, namun harus berbagi secara adil dengan siapapun yang ikut menciptakan situasi ini, memiliki hati nurani yang jernih, dan harus berani menengok ke belakang.

Buku inipun dilengkapi: Apendiks A, berisi 12 hal yang menuntut Anda meningkatkan keyakinan akan kemampuan suatu ide agar berhasil. Apendiks B, berisi Kisah Sukses The Instruction Set. Apendiks C berisi The Prince's Trust. (Atep Afia)

Link yang relevan :
http://www.beermatentrepreneur.com

Daftar Pustaka
Menjadi PENGUSAHA oleh Mike Southon & Christ West (Penterjemah : Ninung Pandamnurani) PT Gramedia Pustaka Utama 2005, 158 Halaman -

Sumber Gambar:
http://ecx.images-amazon.com/images/I/51J40YW146L.jpg
http://www.sustainability.jhu.edu/bin/z/v/side_GreenIdea.jpg
http://www.gfn.com/sowhatsyourpoint/wp-content/uploads/2008/09/great_idea.jpg
http://www.gramedia.com/buku_images/GAbP2958big.jpg

13 Des 2012

Es Teler 77, Sukses Bermula di Emper Mall


SIAPA sangka hanya bermodalkan Rp 1 juta, bisa menjual es teler hingga Singapura? Tentunya tak seketika juga. Bisnis keluarga ini bermula ketika Murniati Widjaja, generasi pertama perintis bisnis, memenangkan juara kompetisi memasak dengan membuat minuman tradisional Indonesia itu.

Saat itu pada 1982. Murniati dengan dukungan suaminya membuka restoran khusus es teler yang diberinya nama Es Teler 77. Dua angka di belakang bukan tanpa makna. Bagi keluarga Widjaja, 77 merupakan nomor keberuntungan.

Modal Rp 1 juta dipakainya untuk mendirikan tenda kecil di emper pusat perbelanjaan Duta Merlin, Harmoni, Jakarta Pusat. Terkadang, dagangannya terpaksa tutup ketika hujan mendera dan genangan mulai meninggi. "Saat itu karyawan kami tak lebih dari lima orang," kata Wakil Presiden Direktur PT Top Food Indonesia, pemegang master franchise Es Teler 77, Anton Widjaja, di Jakarta.

Pada 1987, franchise pertama dibuka di Solo Jawa Tengah. Namun saat ini, Es Teler 77 telah mencapai 180 cabang dan mempekerjakan dua ribu orang, hampir di seluruh provinsi ada.

Potensi pasar setiap daerah disebutnya berbeda-beda. Sudah ada pergeseran tren tingkat kehidupan masyarakat daerah menjadi lebih konsumtif karena banyaknya pusat perbelanjaan yang dibuka.

Es Teler 77 menetapkan standar yang sama untuk semua outletnya. Sehingga bagi daerah yang tidak mempunyai sentral kitchen, bahan baku harus didatangkan dari Jakarta. Sedangkan sentral kitchen hanya ada di Jakarta dan Medan, serta satu di Singapura. "Hambatan terbesar ada dalam penyediaan bahan baku," katanya.

Jadi daerah yang jauh dari sentral kitchen akan ada penambahan biaya distribusi. Anton mengaku penambahan biaya distribusi tidak dibebankan pada harga jual produknya.

"Tidak ada kenaikan harga secara otomatis, tapi kami menerapkan tiga level biaya dari yang rendah hingga yang tertinggi. Untuk daerah yang biaya distribusinya tinggi diterapkan level harga tertinggi," ujarnya.

Tak hanya di dalam negeri, Es Teler 77 telah go international ke Singapura dan Australia, masing-masing tiga outlet. "Kami sedang bersiap merambah Beijing dan Jeddah dengan mengikuti pameran di sana pada Mei ini," kata Anton yang merupakan generasi kedua dari bisnis ini.

Merambah luar negeri, Anton menyatakan, telah mendaftarkan hak cipta merek dagangnya. "Penting untuk mengamankan terlebih dulu hak cipta untuk menghindari copy cat dan penyalahgunaan merek," ujarnya.

Keinginan untuk go international Anton mengakui tidak berorientasi pada keuntungan. Tidak bisa dianggap profit centre, untuk survei ke luar negeri saja membutuhkan biaya yang banyak.

Menginjakkan kaki ke Singapura dan Australia hanya untuk membangun merek. "Semacam visi tersendiri bahwa usaha kami bisa merambah global," kata Anton.

Lagipula dengan menjual cita rasa khas Indonesia warga negara Indonesia yang hampir tersebar di seluruh dunia menjadi sumber pelanggan utama. Ditambah dengan komunitas yang dibangun dengan masyarakat lokal, di sana akan mengembangkan pasar.

Selain itu, alasan memilih negara seperti Jeddah dan Beijing juga karena karakter selera yang tidak jauh berbeda. Kalau di Jeddah karena banyak yang umroh dan bekerja di sana, maka menjadi pasar yang cukup besar, permintaan di dua negara itu juga banyak.

Sedangkan Beijing, akan menjadi pasar yang menjanjikan mengingat karakter masakan di kawasan Asia akan mengglobal. "Lihat saja di mall-mall Indonesia, tidak hanya masakan Indonesia tapi juga ada masakan China, Thailand, atau Vietnam," ujarnya.

Hingga saat ini, Es Teler 77 telah membuka dua resto cepat saji, yakni di Jalan Aditiawarman dan Pantai Indah Kapuk. Menu andalan tetap pada es teler, bakso, dan mie ayam. "Itu menu-menu pertama kami," katanya.

Seiring berjalannya waktu, menu-menu baru hasil kreasi sendiri mulai bermunculan, seperti siomay, pisang bakar, roti bakar, nasi goreng, ayam goreng, dan sop buntut.

Bagi pemula waralaba, Anton membagi sedikit resep. Sebenarnya tidak terlalu sulit menjalankan bisnis, yang penting harus sadar bahwa konsep bisnis yang jelas merupakan faktor utama untuk dijual, dan kemudian harus fokus pada brand. Untuk fokus di brand yang sudah dibangun, perlu adanya standarisasi dalam produk.

Usahawan juga harus mau mulai dari bawah dan bertahap untuk mendapatkan kesuksesan. "Yang lain, dipertajam dengan pelatihan-pelatihan," ujarnya.

Anton sengaja membidik segmen menengah ke bawah untuk usahanya. Agar usahanya tidak terlalu suka buka di mall yang mahal biaya sewanya. Balik modal rata-rata terjadi dalam dua tahun. Berbeda-beda tergantung lokasinya. Kadang di daerah malah bisa setahun balik modal, karena di sana investasi murah dan belum banyak saingan. (Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini, 19 Mei 2009).

Sumber :
http://bisnis.vivanews.com/news/read/58943-es_teler_77__sukses_bermula_di_emper_mall
19 Mei 2009

Sumber Gambar :
http://id.media2.88db.com/DB88UploadFiles/2008/02/21/5D43E8BE-B12F-42E8-A02D-3CF2E009E5DD.jpg

Inspirasi

Bisnis Ikan Bawal

Bisnis Waryono, Seorang Office Boy

Bebek Goreng Pak Ndut

12 Des 2012

INOVASI COCA COLA

Inovasi adalah salah satu kunci keberhasilan yang menjadikan Coca-Cola Indonesia semakin besar, dikenal luas, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Melalui riset dan pengembangan (Research & Development), Coca-Cola terus berinovasi untuk menciptakan produk, kemasan, strategi pemasaran, serta perlengkapan penjualan baru yang lebih berkualitas, kreatif, serta mempunyai ciri khas tersendiri.

Dengan memahami kebutuhan dan perilaku konsumen, serta potensi kekayaan alam Indonesia, Coca-Cola berinovasi dengan menciptakan produk-produk baru yang menjadikan produk minuman cepat saji Coca-Cola mempunyai rasa dan pilihan yang beragam. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen secara lebih spesifik, pada tahun 2002 Coca-Cola meluncurkan AQUARIUS, minuman isotonik yang diperuntukkan bagi mereka yang aktif dan gemar berolahraga.

Pada tahun yang sama, Coca-Cola Indonesia meluncurkan Frestea, teh dalam kemasan botol dengan aroma bunga melati yang khas. Pada tahun 2003, Fanta menghadirkan campuran dua rasa buah, orange dan mango, yang disebut "Fanta Oranggo", setelah pada tahun sebelumnya sukses meluncurkan Fanta Nanas. Pada tahun ini pula, Coca-Cola Indonesia meluncurkan Sunfill - produk minuman Sirup dan Serbuk instan rasa buah. Dengan inovasi, Coca-Cola yakin bahwa produk-produk yang ditawarkan akan mampu memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia.

Selain berinovasi pada produk-produk baru, Coca-Cola juga mencoba mengembangkan desain kemasan minuman, serta meningkatkan kualitasnya. Setelah meluncurkan Frestea dalam kemasan botol, pada akhir tahun 2002, Coca-Cola Indonesia meluncurkan Frestea dalam kemasan Tetra Wedge yang lebih mudah dan praktis untuk dibawa. Pada akhir 2003, Coca-Cola, Sprite, dan Fanta hadir dalam kemasan kaleng ramping baru yang unik. Pada tahun 2004 ini, Coca-Cola hadir dengan inovasi terbaru yaitu botol gelas berbobot lebih ringan 30 % dengan desain mungil, imut, tapi kuat. Inovasi kemasan produk akan terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan teknologi terbaru.

Strategi pemasaran Coca-Cola mempunyai ciri khas tersendiri, yang unik dan kreatif. Berbagai program promosi diadakan sesuai dengan event yang sedang berlangsung, baik melalui konser musik, pameran, promo penukaran tutup botol, hadiah kejutan, maupun iklan TV. Pada tahun 2004 ini, iklan Coca-Cola versi Kabayan dinobatkan sebagai iklan paling efektif dalam bulan Pebruari dan Maret versi survey TV Ad Monitor MRI. Promo Coca-Cola juga memanfaatkan momentum tertentu, misalnya: Demam Piala EURO 2004. Dengan memanfaatkan event berskala nasional maupun internasional, Coca-Cola mencoba tampil dengan strategi pemasaran baru yang menarik masyarakat.

Selain berinovasi dalam produk, kemasan, dan strategi pemasaran; perlengkapan penjualan baru juga dikembangkan ke arah yang lebih baik. Berkaitan dengan inovasi ini, Coca-Cola Indonesia menciptakan jenis krat baru yang lebih ringan, dibuat dari bahan yang ramah lingkungan.

Kunci sukses inovasi tersebut adalah kolaborasi yang baik antara Coca-Cola Bottling Indonesia dan Coca-Cola Company, pengembangan varian minuman cepat saji dengan rasa baru, serta keinginan untuk menjadikan Coca-Cola Indonesia sebagai perusahaan minuman cepat saji yang lengkap.

KISAH SUKSES AMAZON.COM

Walaupun Amazon.com belum lagi berusia satu dekade, perusahaan ini sudah menjadi contoh kasus dalam keberhasilan Internet. Didirikan oleh Jef Bezos pada tahun 1995 sebagai toko buku on-line, Amazon yang berpusat di Seattle berhasil memperoleh $1,6 miliar dalam penjualan e-commerce setiap tahun.
Mula-mula Amazon menjual buku, kemudian musik dan video, dan sekarang perangkat lunak, obeng, dan sofa – Amazon tumbuh menjadi toko serba ada virtual dengan 17 juta konsumen online di seluruh dunia. Bahkan ketika jaringan toko serba ada yang telah berhasil seperti Barnes and Noble dan Wal-Mart berusaha merebut bagian yang lebih besar dalam kue ritel on-line, CEO Bezos telah berhasil mempertahankan toko online Amazon.com sebagai pemimpin pasar dan mempertahankan konsumen melalui inovasi yang terus-menerus.

Belum ada perusahaan seperti Amazon ketika Bezos sedang meneliti perangkat lunak dan internet untuk sebuah perusahaan di New York City pada tahun 1994. dia tertarik dengan kemungkinan mendirikan usaha menjual buku melalui World Wide Web dengan cara yang hampir sama seperti perusahaan yang menerima pesanan dan menjual buku melalui pos. ide ini terbukti sangat menarik sehingga Bezos dengan segera berhenti dari pekerjaannya, mengumpulkan uang dari keluarga dan teman, menulis suatu rencana bisnis, dan pindah ke Seattle agar berlokasi dekat dengan pemasok buku besar.

Satu tahun kemudian, Amazon.com memulai usahanya. Pada bulan pertama pendiriannya, tanpa iklan atau jasa hubungan masyarakat, situs tersebut menarik minat konsumen dari semua negara bagian Amerika Serikat dan lebih dari empat puluh negara lainnya.

Pada permulan dimulainya usaha Amazon tersebut, jaringan toko buku besar yang telah ada tidak terlalu menaruh perhatian pada Amazon. Akan tetapi, talam waktu dua tahun, strategi perusahaan toko online Amazon.com seperti memberikan harga diskon, e-mail mengenai ulasan buku secara gratis dan fasilitas pencarian yang mudah telah menarik minat begitu banyak pembeli dan begitu banyak liputan media sehingga para pesaing mulai berjuang untuk membuka toko buku Internet sendiri. Akan tetapi, reputasi Amazon yang telah mapan dan konsumen yang setia menjadi halangan utama yang perlu diatasi oleh para pesaing. Walaupun telah melakukan promosi yang agresif dan strategi penetapan harga yang agresif, Barnesanobie.com masih belum mampu manyamai penjualan on-line dan ukuran konsumen Amazon.

Sementara itu, Bezos telah mengembangkan perusahaan ke dalam berbagai macam produk dengan membeli saham di perusahaan e-commerce seperti drugstore.com dan pets.com. dia juga merancang sesi lelang di Amazon untuk menarik keberhasilan seperti yang diperoleh eBay, situs lelang Internet pertama. Sebagai tambahan, Bezos membuat ruang di situs Amazon untuk zShops, suatu ruangan dimana usaha-usaha kecil dapat menjual produk di Amazon dengan membayar ongkos.
Satu alasan dari keberhasilan Amazon adalah gaya manajemen yang berorientasi pada tindakan dari pendirinya, Bezos.

Walaupun ia merencanakan dengan hati-hati gerakan perusahaannya di masa depan, dia juga ingin menghindari kelumpuhan yang mungkin berasal dari analisis dari kehati-hatian yang tidak berkesudahan. Sebagai pionir dalam e-commerce, Bezos terbiasa membuat keputusan secara cepat untuk mengambil keuntungan dari kesempatan yang tidak terduga dan sering berlalu dengan cepat. Dia memberi semangat kepada semua karyawannya di Amazon untuk berbuat hal yang sama, bahkan jika itu berarti kadang-kadang terjadi salah langkah. Bekerja dalam waktu Internet, Bezos merasa lebih baik jika ia mengarahkan perusahaannya untuk memasuki sesuatu yang belum diketahui, dan memperbaiki masalahnya nanti, daripada menghambat pertumbuhannya sekarang.

Agar dapat terus tumbuh dan berinovasi, Amazon harus terus menerima, melatih, dan memotivasi manajer dan karyawannya. Bezos secara pribadi terlibat dalam keputusan mengangkat manajer-manajer puncak, yang ia percaya untuk mempekerjakan orang yang akan bekerja di bawahnya. Karena Bezos tahu bahwa seorang tenaga kerja yang memiliki keterampilan sangat penting bagi keberhasilan Amazon, Bezos menanyakan pertanyaan yang menyelidik mengenai teknik penerimaan pegawai ketika ia mewawancarai kandidat manajemen puncak.

Di tengah skedul manajemennya yang padat, Bezos masih menyisihkan waktunya yang berharga untuk menelurusi Web situs Amazon, dan seringkali berjalan-jalan di pusat perbelanjaan mencari ide-ide baru. Agar tetap berhubungan dengan karyawan dan konsumennya, ia berterima kasih kepada karyawan-karyawan tertentu untuk pekerjaan yang telah mereka lakukan, dan dia membaca pesan-pesan e-mail dari konsumen untuk mengetahui apa yang mereka suka dan tidak sukai. Sekitar satu pertiga dari waktu CEO digunakan untuk mengunjungi jaringan nasional dari pusat pendistribusian Amazon, di mana dia menjawab pertanyaan-pertanyaan karyawan dan manenanamkan ulang enam "nilai inti' perusahaan: Obsesi konsumen, kepemilikan, kecenderungan untuk bertindak, hemat, syarat penerimaan yang tinggi, dan inovasi.

Setiapbulan Desember, Bezos dan seluruh tim manajemen ikut bekerja secara langsung untuk menangani permintaan yang memuncak saat liburan. Dengan langsung ikut membungkus paket untu dikirim ke konsumen atau menjawab telepon dari konsumen, mereka dapat merasakan apa yang dihadapi oleh manajer lini-pertama dan para karyawan – dan mengetahui apa yang dinginkan oleh konsumen. Tradisi merasakan pengalaman langsung tahunan ini juga mempertajam kembali perasaan pencapaian tujuan manajer, bahwa di dalam industri yang lelau berubah cepat ini, segalanya penting.

Dikutip dari http://kisahsuksesbisnis.blogspot.com/2008/05/amazoncom-mengelola-dalam-dunia-kabel.html

KISAH SUKSES MARK ZUCKERBERG MILIARDER TERMUDA PENGGAGAS FACEBOOK.COM


Sahabat pernah mendengar situs jaringan pertemanan Friendster & Facebook??

Konon, melalui situs tersebut, banyak orang-orang yang lama tak bersatu, bisa kembali bersatu, reunian, dan bahkan berjodoh. Karena itulah, situs pertemanan itu beberapa waktu lalu sempat sangat popular. Karena itu, tak heran jika setelah era suksesnya Friendster, berbagai situs jaringan pertemanan bermunculan. Salah satunya adalah Facebook.

Facebook ini sebenarnya dibuat sebagai situs jaringan pertemanan terbatas pada kalangan kampus pembuatnya, yakni Mark Zuckerberg. Mahasiswa Harvard University tersebut-kala itu-mencoba membuat satu program yang bisa menghubungkan teman-teman satu kampusnya. Karena itulah, nama situs yang digagas oleh Mark adalah Facebook. Nama ini ia ambil dari buku Facebook, yaitu buku yang biasanya berisi daftar anggota komunitas dalam satu kampus. Pada sejumlah college dan sekolah preparatory di Amerika Serikat, buku ini diberikan kepada mahasiswa atau staf fakultas yang baru agar bisa lebih mengenal orang lain di kampus bersangkutan.

Pada sekitar tahun 2004, Mark yang memang hobi mengotak-atik program pembuatan website berhasil menulis kode orisinal Facebook dari kamar asramanya. Untuk membuat situs ini, ia hanya butuh waktu sekitar dua mingguan. Pria kelahiran Mei 1984 itu lantas mengumumkan situsnya dan menarik rekan-rekannya untuk bergabung. Hanya dalam jangka waktu relatif singkat-sekitar dua minggu, Facebook telah mampu menjaring dua per tiga lebih mahasiswa Harvard sebagai anggota tetap.

Mendapati Facebook mampu menjadi magnet yang kuat untuk menarik banyak orang bergabung, ia memutuskan mengikuti jejak seniornya, Bill Gates memilih drop out untuk menyeriusi situsnya itu. Bersama tiga rekannya Andrew McCollum, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes Mark kemudian membuka keanggotaan Facebook untuk umum.

Mark ternyata tak sekadar nekad. Ia punya banyak alasan untuk lebih memilih menyeriusi Facebook. Mark dan rekannya berhasil membuat Facebook jadi situs jaringan pertemanan yang segera melambung namanya, mengikuti tren Friendster yang juga berkembang kala itu. Namun, agar punya nilai lebih, Mark pun mengolah Facebook dengan berbagai fitur tambahan. Dan, sepertinya kelebihan fitur inilah yang membuat Facebook makin digemari. Bayangkan, Ada 9.373 aplikasi yang terbagi dalam 22 kategori yang bisa dipakai untuk menyemarakkan halaman Facebook, mulai chat, game, pesan instan, sampai urusan politik dan berbagai hal lainnya. Hebatnya lagi, sifat keanggotaan situs ini sangat terbuka. Jadi, data yang dibuat tiap orang lebih jelas dibandingkan situs pertemanan lainnya. Hal ini yang membuat orang makin nyaman dengan Facebook untuk mencari teman, baik yang sudah dikenal ataupun mencari kenalan baru di berbagai belahan dunia.

Sejak kemunculan Facebook tahun 2004 silam, anggota terus berkembang pesat. Prosentase kenaikannya melebihi seniornya, Friendster. Situs itu tercatat sudah dikunjungi 60 juta orang dan bahkan Mark Zuckerberg berani menargetkan pada tahun 2008 ini, angka tersebut akan mencapai 200 juta anggota.

Dengan berbagai keunggulan dan jumlah peminat yang luar biasa, Facebook menjadi ‘barang dagangan' yang sangat laku. Tak heran, raksasa software Microsoft pun tertarik meminangnya. Dan, konon, untuk memiliki saham hanya 1,6 persen saja, Microsoft harus mengeluarkan dana tak kurang dari US$ 240 juta. Ini berarti nilai kapitalisasi saham Facebook bisa mencapai US$15 miliar! Tak heran, Mark kemudian dinobatkan sebagai miliarder termuda dalam sejarah yang memulai dari keringatnya sendiri.

Niat Mark Zuckerberg untuk sekadar‘menyatukan' komunitas kampusnya dalam sebuah jaringan ternyata berdampak besar. Hal ini telah mengantar pria yang baru berusia 23 tahun ini menjadi miliarder termuda dalam sejarah. Sungguh, kejelian melihat peluang dan niatan baiknya ternyata mampu digabungkan menjadi sebuah nilai tambah yang luar biasa. Ini menjadi contoh bagi kita, bahwa niat baik ditambah perjuangan dan ketekunan dalam menggarap peluang akan melahirkan kesempatan yang dapat mengubah hidup makin bermakna.
Dikutip dari http://ukafahrurosid.blogspot.com/2009/03/kisah-sukses-mark-zuckerberg-facebook.html

Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below

Powered By Blogger Widgets