27 Jul 2013

Mengenal Kebutuhan Penting Manusia untuk Membantu Peningkatan Pemasaran

Minggu lalu kita sudah membahas mengenai tiga kebutuhan penting manusia dari enam kebutuhan yang ada untuk membantu peningkatan pemasaran. Kali ini kita akan membahas tiga kebutuhan yang selanjutnya untuk bisa mengoptimalkan pemasaran kita.

Manusia juga membutuhkan sesuatu yang eksklusif atau berbeda.
Sehingga tidak jarang mereka berani membayar mahal agar tampak berbeda dari orang lain. Untuk hal ini, kita bisa membuat iklan misalnya: “Ini adalah produk eksklusif, tinggal dua set lagi”.

Produknya memang kita batasi stoknya sehingga harganya bisa kita patok lebih tinggi. Anda tentunya juga pernah melihat atau mendengar banyak orang yang mau membeli produk meskipun harganya sangat tinggi sekalipun, karena mereka merasa menjadi orang yang “istimewa” atau ekslusif.

Dan tentunya sebagai seorang pemasar atau pebisnis kita harus mau memberikan perhatian yang lebih serta nilai tambah yang lebih kepada para konsumen yang seperti itu. Karena biasanya mereka akan mau dengan senang hati menjadi konsumen yang lebih loyal dan langgeng.

Selain membutuhkan sesuatu yang berbeda, manusia juga membutuhkan sesuatu untuk menjadi lebih baik. Contohnya, kita bisa membuat iklan seperti ini: ”Sudah saatnya Anda mengganti mobil Anda dengan yang lebih baik”. Dengan membeli mobil yang lebih baik, misalnya model/seri yang lebih baik, seseorang akan merasa tingkat kehidupannya semakin membaik dan orang lain pun dapat mengetahui hal itu dengan melihat atau mengetahui mobil yang dimilikinya.

Selanjutnya manusia juga membutuhkan rasa berarti (bermakna) dalam hidupnya. Hal ini bisa diwujudkan dalam bentuk memberi sumbangan kepada orang lain. Contoh iklan yang bisa digunakan untuk hal ini adalah: “Dengan membeli produk ini, berarti Anda sudah turut menyumbang fakir miskin dan korban bencana alam”.

Pada Waktu anda memasang iklan ataupun display membuat penawaran berikan kata-kata yang menimbulkan kepastian, kenikmatan kenyamanan, seperti GRATIS, Money Back Guarantee, Cepat, Mudah.

Demikian juga kata-kata yang menimbulkan variasi seperti produk baru, New, Terbaru, Latest Version. Katakata yang menimbulkan kesamaan, love/connection: Terlaris, 98 persen dari 100 orang menggunakan ....., paling digemari, rekomendasi dari ...., (ahli, koki, dokter, prof....).

Kemudian kata-kata yang menimbulkan keunggulan/perbedaan/significan : Eklslusif, Jumlah Terbatas, Hanya untuk golongan ... ke atas, tidak untuk semua orang, terbaik, paling mahal. Kata-kata yang menimbulkan perasaan lebih baik seperti : Lebih cantik, lebih terkenal, lebih kaya, lebih cerdas, lebih sehat, lebih dicintai,.... lebih tahan lama.

Kata-kata yang menimbulkan perasaan berarti/ bermanfaat untuk orang lain: Demi bangsa & Negara, sekian persen akan disumbangkan, Anda turut menyehatkan.....,dsb. Oleh karena itu sebagai seorang pemasar atau pebisnis, alangkah lebih baik jika kita juga mengenal dengan lebih detil akan berbagai kebutuhan manusia pada umumnya tersebut.

Dengan semakin mengetahuinya, akan bisa membantu untuk meningkatkan pemasaran dan tentu saja akan lebih memberikan added value yang berarti bagi para konsumen. Dengan demikian kita akan semakin bisa memberikan yang terbaik untuk para konsumen baik jangka pendek, ataupun jangka panjang.

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2011/07/24/23/483521/mengenal-6-kebutuhan-penting-manusia-untuk-membantu-peningkatan-pemasaran

Tahap-Tahap Dalam Proses Pengawasan

Dalam melakukan pengawasan terhadap bawahan yang dilakukan oleh manajer ataupun atasan maka perlu dilakukan tahapan atau proses pengawasan. Menurut Kadarman (2001, hal. 161) langkah-langkah proses pengawasan yaitu:

a. Menetapkan Standar
Karena perencanaan merupakan tolak ukur untuk merancang pengawasan, maka secara logis hal ini berarti bahwa langkah pertama dalam proses pengawasan adalah menyusun rencana. Perencanaan yang dimaksud di sini adalah menentukan standar.

b. Mengukur Kinerja
Langkah kedua dalam pengawasan adalah mengukur atau mengevaluasi kinerja yang dicapai terhadap standar yang telah ditentukan.

c. Memperbaiki Penyimpangan
Proses pengawasan tidak lengkap jika tidak ada tindakan perbaikan terhadap penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.

Sedangkan menurut G. R. Terry dalam Sukama (1992, hal. 116) proses pengawasan terbagi atas 4 tahapan, yaitu:
1. Menentukan standar atau dasar bagi pengawasan.
2. Mengukur pelaksanaan
3. Membandingkan pelaksanaan dengan standar dan temukanlah perbedaan jika ada.
4. Memperbaiki penyimpangan dengan cara-cara tindakan yang tepat.

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa proses pengawasan dilakukan berdasarkan beberapa tahapan yang harus dilakukan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan standard perencanaan sehingga dalam melakukan pengawasan manajer mempunyai standard yang jelas.

Hal berikutnya yang perlu dilakukan adalah mengukur kinerja pegawai, sejauh mana pegawai dapat menerapkan perencanaan yang telah dibuat atau ditetapkan perusahaan sehingga perusahaan dapat mencapai tujuannya secara optimal. Kemudian setelah menetapkan standar dan mengukur kinerja maka hal yang perlu dilakukan adalah membandingkan pelaksanaan dengan standar yang telah membandingkan pelaksanaan dengan standar yang telah ditetapkan. Dan yang terakhir adalah melakukan perbaikan jika ditemukan penyimpangan­-penyimpangan yang terjadi.

Sumber : http://tips-belajar-internet.blogspot.com/2009/08/tahap-tahap-dalam-proves-pengawasan.html

26 Jul 2013

Inovasi, Agar Bisnis Tak Usang

Sudah menjadi rahasia umum jika inovasi adalah “darah” kehidupan bagi ekonomi global. Tak heran jika gagasan kreatif selalu menjadi strategi yang diandalkan perusahaan di dunia

Para chief executive officer (CEO) perusahaan senantiasa selalu mengedepankan inovasi dalam menjalankan bisnis. Istilahnya, tanpa inovasi, perusahaan akan mati perlahan. Wajar jika akhirnya ide-ide revolusioner bakal mampu mengangkat industri di kancah global. Artinya, inovasi adalah sebuah perubahan.

Setiap perusahaan di dunia selalu dituntut melakukan perubahan dalam menghadapi perkembangan bisnis yang terus bergerak. Karena itu, setiap perusahaan (khususnya yang terkemuka) selalu berlomba mengembangkan inovasi,baik untuk sektor sumber daya manusia hingga produk.

Apalagi, masyarakat selalu menunggu dan menilai inovasi yang dilakukan perusahaan. Fakta inilah yang membuat majalah Forbes selalu melansir daftar perusahaan paling inovatif di dunia yang bertajuk "100 Most Innovative Companies."

Dalam daftar yang dikeluarkan 20 Juli lalu setidaknya ada empat hal yang menjadi pertimbangan. Pertama adalah rata-rata pertumbuhan penjualan perusahaan yang dihitung selama lima tahun terakhir. Kedua, rata-rata pertumbuhan laba bersih yang diperoleh perusahaan yang juga di hitung dalam lima tahun terakhir.

Dua kategori ini dihitung berdasarkan persentase masing-masing. Kemudian dua indikator lain yang juga dinilai dalam melihat inovasi perusahaan adalah nilai perusahaan itu sendiri yang berupa kapitalisasi pasar ditambah utang bersih dan inovasi premium.

Inovasi premium adalah kategori yang digunakan untuk mengukur seberapa banyak investor menawar harga saham perusahaan di atas nilai bisnis yang ada. Penawaran itu didasarkan dari hasil inovatif ekspektasi masa depan, baik untuk produk baru, jasa, dan pasar.

Dalam penilaian ini setiap perusahaan yang masuk dalam daftar harus memiliki minimal USD10 miliar dalam kapitalisasi pasar. Di samping itu, perusahaan sedikitnya harus mengeluarkan 1% dari aset dasar untuk kebutuhan pada riset dan pengembangan.

Hal yang juga menjadi sorotan dalam penilaian yaitu bagaimana perusahaan memiliki data publik untuk tujuh tahun terakhir. Lalu, dalam menghitung nilai inovasi premium dilakukan beberapa tahap perhitungan. Salah satunya dengan melihat pendapatan perusahaan dari bisnis yang ada.

Ditambah pertumbuhan yang diantisipasi dari bisnis dan melihat nilai bersih (net present value/NPV) dari arus kas. Forbes membandingkan NPV arus kas dari bisnis yang ada dengan kapitalisasi pasar saat ini.

Bagaimana perusahaan dengan kapitalisasi pasar di atas NPV dari arus kas mampu membangun inovasi ke saham mereka. Penilaian Forbes juga didasarkan pada pilihan eksekutif tentang perusahaan yang menurut mereka paling inovatif.

Kemudian di samping itu, metode penilaian bergantung pada penilaian investor untuk mengidentifikasi perusahaan yang mereka harapkan menjalankan inovasi saat ini dan di masa depan. Di antara sejumlah objek penilaian, beberapa perusahaan ternama dunia masuk di dalamnya seperti Amazon, Apple, dan Google.

Dalam daftar ini juga didapati Salesforce.com yang menempati peringkat teratas. Salesforce. com adalah pengelola jasa internet yang mulai banyak dilirik para pengguna chatting (chatter). Perusahaan ini mengambil posisi Facebook dan Twitter. Jika dilihat pada daftar 100 Most Innovative Companies yang dikeluarkan Forbes, hal paling penting dalam menentukan peringkat adalah investasi premium.

Dalam 100 daftar yang dikeluarkan majalah asal Amerika Serikat ini terlihat bahwa inovasi premium selalu berjenjang sesuai dengan pemeringkatan yang ada. Peringkat atas akan mempunyai angka investasi premium lebih besar dibanding peringkat di bawahnya.

Hal ini berbeda dengan tiga kategori lain, yaitu pertumbuhan penjualan, laba, dan nilai perusahaan. Perusahaan yang berada di peringkat atas belum tentu pada ketiga kategori tersebut lebih besar dibanding peringkat di bawahnya. Hal ini terlihat jelas dalam daftar lengkap yang dikeluarkan Forbes.

Artinya, pemeringkatan Forbes ini tidak berdasarkan besar-kecilnya perusahaan atau besar kecilnya laba yang diperoleh namun seberapa besar inovasi yang dilakukan. Contohnya, Salesforce.com yang bertengger di tempat teratas mempunyai pertumbuhan sebesar 39,5% selama lima tahun terakhir.

Sedangkan, laba bersih yang diterima perusahaan meningkat sebesar 78,7%. Nilai perusahaan Salesforce.com membubuhkan angka sebesar USD20,7 miliar dengan inovasi premium sebesar 75,1. Walau berada di peringkat utama, nilai perusahaan Salesforce.com jauh berada di bawah Amazon.com (2) yang memiliki nilai perusahaan USD92,7 miliar.

Lalu Apple (5) yang mengantongi nilai perusahaan USD303,4 miliar, dan Google (7) yang mengantongi nilai perusahaan USD138,1 miliar. Perusahaan yang bermarkas di Amerika Serikat ini mempekerjakan 5.306 pekerja dan dipimpin Marc Russell Benioff sebagai CEO.

Dalam peringkat daftar perusahaan terbesar yang dikeluarkan Forbes April lalu, perusahaan ini hanya berada di peringkat 1.733 dunia. Namun dengan inovasi yang dilakukan, Salesforce. com memberikan janji perkembangan yang menggiurkan. Sebagai CEO, Benioff mempunyai peran penting pada inovasi yang dilakukan Salesforce.com.

“Tugas saya adalah membimbing Salesforce. Saya tidak bisa duduk di kantor pusat dan berpura-pura berhubungan. Sangat memungkinkan bahwa apa yang sedang kita gunakan pada hari ini akan menjadi usang dalam beberapa tahun,” jelas Benioff.

Sumber : http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis.html

KIAT-KIAT PEMASARAN

Memasarkan sebuah produk, baik produk industri atau manufaktur maupun produk jasa, memang gampang-gampang susah. Tanpa memahami kiat-kiat pemasaran yang benar, pemasaran bisa tidak berhasil. Berikut beberapa jurus atau kiat yang dapat Anda gunakan dalam melakukan pemasaran.
  1. Percaya dan bangga terhadap produk atau jasa yang dipasarkan.
  2. Paham dan mengerti betul produk dan jasa tersebut.
  3. Sediakan anggaran yang cukup untuk pemasaran.
  4. Buat kartu nama, kop surat dan brosur produk dan perusahaan yang menarik dan mencerminkan citra profesional.
  5. Tampilkan "kesan pertama" yang baik.
  6. Biasakan membawa kartu nama dan brosur perusahaan ke manapun Anda pergi, untuk diperlukan sewaktu-waktu.
  7. Pelajari karakter konsumen yang akan menjadi target pasar produk atau jasa tersebut.
  8. Bidik sasaran pasar dengan tepat. Jangan sampai menawarkan produk pada pihak yang tak sesuai atau tidak mungkin menggunakannya.
  9. Buat jaringa kerja atau network di manapun, untuk menambah panjang daftar relasi Anda.
  10. Sabar, disiplin dan konsisten.

Sumber: http://www.danamon.co.id

7 Tips Bisnis dari Rheinald Khasali

Dalam buku terbarunya, Wirausaha Muda Mandiri, Rheinald Khasali merangkum pengalaman beberapa wirausaha muda sukses. Termasuk tip sukses mereka. Silakan simak, siapa tahu Anda bisa belajar darinya.

1. Nikmati indahnya berpikir kreatif
Menjadi kreatif berarti selalu membuka pintu dan mengeksplorasi pilihan-pilihan. Seperti kata John C Maxwell, "Bakat saja tidak cukup. IQ juga tidak. Semua baru menjadi potensi, dan setiap potensi perlu menemukan pintunya." Caranya? Berani mencoba.

2. Kekuatan kesederhanaan
Tip ini berasal dari pengalaaman sukses Firmansyah Budi Prasetyo, pemilik Tella Krezz. Ia berhasil menaikkan gengsi singkong menjadi sama dengan french fries dan snack impor lainnya. Kunci sukses para pemikir sederhana, mereka mengerjakan hal-hal yang sudah dikenali dan akrabi sejak kecil.

3. Carilah struktur biaya yang rendah
Menurut Rheinald Khasali, berwirausaha bukan bergaya hidup. Kalau bergaya hidup Anda menghabiskan uang. Dalam wirausaha Anda mengurangi pengeluaran dan mendatangkan penghasilan. Dengan pola pikir ini, maka bisnis yang dijalankan akan membawa untung.

4. Gunakan teknologi, jangkau sebanyak sebanyak mungkin orang
Saat ini bila Anda gagap teknologi maka akan rugi. Pasalnya, dengan teknologi, pemasaran produk akan menyebar pada banyak orang tanpa mengeluarkan biaya. Dengan Twitter, Facebook, situs, atau blog, promosi akan menyebar dalam hitungan menit.

5. Tiupkan ruh pada brand Anda
Artinya memberi kekuatan dan nyawa pada brand agar bisa bergerak sendiri, hidup dan berdaya. Brand Anda adalah karakter Anda, jadi jangan berkompromi pada hal-hal yang bisa merusak reputasi dan karakter Anda, karena akan berpengaruh pada brand. Buatkan story telling tentang brand Anda, biasanya orang suka pada kisah di balik sebuah produk.

6. Entrepreneurship DNA
Jangan percaya pada mitos, bahwa orang Padang jago berdagang, atau orang China pandai berbisnis. Semua orang bisa berbisnis dan memiliki entrepreneurship DNA. Caranya dengan meluaskan pengetahuan, banyak bergaul dengan pengusaha sukses yang beretika, dan bekerja keras.

7. Bersahabat dengan ketidakpastian
Dalam bisnis sering terjadi ketidakpastian, bahkan bisnis dianggap kegiatan berselancar di antara gelombang ketidakpastian. Ketidakpastian terjadi bila kita tidak mengenali sesuatu, jadi cara mengatasinya tak lain bersahabat dengan ketidakpastian itu. Cari data dan informasi, sampai Anda mengenali ketidakpastian itu serta risikonya.

Sumber : http://female.kompas.com/read/2011/07/29/09272541/7.Tips.Bisnis.dari.Rheinald.Khasali.

10 Kesalahan Dalam Menjalankan Toko Online

Melihat perkembangan bisnis online yang semakin pesat, banyak masyarakat yang tertarik menekuni bisnis melalui dunia maya untuk mendapatkan untung besar setiap bulannya. Berbagai macam produk maupun jasa kini mulai ramai ditawarkan pelaku usaha, melalui toko online yang sengaja mereka bangun untuk mendapatkan omset penjualan yang lebih menjanjikan.

Fenomena seperti ini memang sudah ramai dijalankan pelaku usaha sejak beberapa waktu belakangan ini. Bahkan tidak hanya para pemula saja yang sekarang tertarik membuka toko online, banyak juga pelaku usaha yang awalnya menjalankan bisnis konvensional kini mulai merambah ke toko online untuk memperluas jangkauan pasar yang mereka miliki.

Sebagian dari mereka memang banyak yang berhasil mendapatkan omset berlimpah dari bisnis toko online, namun tidak sedikit pula para pelaku usaha yang akhirnya harus menutup toko onlinenya karena tidak memberikan omset berarti bagi para pemiliknya. Lalu, hal-hal apa saja yang bisa menyebabkan toko online tidak berkembang?

Mari kita bahas bersama mengenai 10 kesalahan dalam menjalankan toko online.

1. Kesalahan pertama yang sering dilakukan pelaku usaha yaitu menggunakan gambar dari internet untuk mempromosikan produk-produknya. Tentu strategi ini kurang tepat, karena gambar yang digunakan tentunya sudah pasaran dan tidak menunjukan kualitas asli yang dimiliki produk tersebut. Alangkah lebih baik jika Anda memasang foto asli dan menambahkan watermark atau logo tertentu pada produk-produk yang Anda pasarkan.

2. Kelalaian yang kedua yaitu tidak mencantumkan kontak person secara lengkap. Biasanya pelaku bisnis online hanya mencantumkan alamat email untuk pemesanan, padahal tidak semua konsumen memiliki alamat email. Sehingga wajar adanya bila banyak konsumen yang enggan membeli karena kesulitan untuk berkomunikasi dengan pedagangnya. Karena itu, cantumkan alamat lengkap Anda, nomor telpon yang bisa dihubungi, serta akun lainnya yang Anda miliki (misalnya saja akun FB, Twitter, ataupun YM).

3. Tidak memberikan deskripsi produk secara lengkap. Terkadang ada sebagian pelaku usaha yang sengaja menyembunyikan beberapa informasi penting untuk menarik minat pelanggan agar menghubungi langsung para pelaku usaha. Namun, pada kenyataannya malah banyak konsumen yang akhirnya urung membeli produk tersebut karena informasinya yang kurang lengkap.

4. Respon pedagang yang terlalu lama. Semua konsumen tidak ada yang suka bila harus menunggu respon terlalu lama, jadi sebisa mungkin siapkan mental dan fisik Anda untuk merespon permintaan pelanggan secepat mungkin. Siapkan nomor HP, serta alamat email yang bisa dihubungi konsumen selama 24 jam nonstop, dan berikan respon balik sesegera mungkin agar konsumen tidak berpaling ke toko online yang lain.online shop

5. Tidak melengkapi penawarannya dengan petunjuk pembelian. Agar konsumen tidak kebingungan ketika hendak memesan produk, sebaiknya lengkapi informasi penawaran dengan urutan petunjuk pembelian. Misalnya; pertama mengisi kolom pembelian, kedua mentransfer dana, dan terakhir melakukan konfirmasi melalui telepon kepada pelaku usaha.

6. Hanya menggunakan satu rekening bank untuk melayani berbagai macam transaksi pembelian. Dalam menjalankan toko online, rekening bank menjadi modal utama bagi Anda untuk memperlancar jalannya usaha. Oleh sebab itu, untuk melayani pembelian konsumen yang beranekaragam, minimal Anda harus memiliki dua rekening bank (swasta dan pemerintah) untuk mempermudah transaksi pembayaran.

7. Proses pengiriman barang yang sering terlambat. Sebagian pelaku usaha tidak memberikan kepastian pada konsumennya mengenai lama pengiriman barang. Hal ini menjadi catatan penting bagi pelaku bisnis toko online, karena lambatnya pengiriman barang bisa mengurangi kepercayaan dari para konsumen.

8. Berani bersaing harga namun tidak memperhatikan kualitas produk. Banyak konsumen yang mengeluh dengan pelayanan toko online, karena mereka membeli produk murah via internet namun kualitas yang didapatkannya kurang maksimal. Kasus seperti inilah yang harus Anda hindari untuk menjaga citra baik perusahaan Anda.

9. Loading website yang sangat lambat. Biasanya para pengunjung tidak menyukai situs-situs yang loadingnya sangat lambat. Mereka cenderung malas membuka website yang loadingnya lama dan memilih berpaling ke website lain yang bisa diakses dengan cepat.

10. Kurang up to date. Menjalankan bisnis di internet tidak hanya sebatas membangun toko online dan membiarkannya begitu saja tanpa aktivitas apapun. Anda harus aktif meng-update website Anda, dan rajin mempromosikannya melalui forum online maupun situs jejaring sosial agar toko online Anda diketahui banyak orang.

Nah, setelah membahas beberapa hal penting yang sering dilalaikan pelaku bisnis toko online. Kini saatnya Anda menghindari 10 kesalahan tersebut dan memberikan pelayanan terbaik bagi para konsumen Anda. Konsumen senang, toko online Anda pun bisa berkembang!!! Salam sukses.

Sumber : http://bisnisukm.com/10-kesalahan-dalam-menjalankan-toko-online.html

Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below

Powered By Blogger Widgets