17 Feb 2013

Cara Sukses Bisnis Modal Kecil

Cara untuk lebih sukses menjalankan bisnis modal kecil yang paling jitu menurut saya adalah dengan membaliknya, yaitu justru menggunakan modal yang sangat besar. Gimana tidak? Kalau diisyaratkan modal sedikit eh kita malah menggunakan modal sebesar-besarnya. Tentunya bukan buang-buang modal, melainkan menggunakannya seoptimal mungkin. Kalau disebutkan tidak perlu kerja keras maka coba kerjakan sekeras mungkin. Kerja keras toh juga modal bisnis, modal untuk berbisnis toh bukan hanya uang melainkan juga bekerja keras. Gitu tuh cara suksesnya.

Sebenarnya tidak ada bisnis modal kecil yang bisa menghasilkan untung besar. Yes, memang mungkin modal uangnya tidak besar. Ketika modal uangnya kecil maka harus ada modal lainnya yang besar. Modal tersebut misalnya: ketekunan, keberanian, kecepatan, mudah bersyukur, modal ramah, punya banyak relasi, pandai beriklan, modal kegigihan, dan sebagainya. Coba bayangkan jika modal uangnya sedikit atau bahkan tanpa uang, keberanian kecil, ketekunan sedikit, teman hampir tak ada, beriklan hanya bisa sedikit, pokoknya semuanya kecil, maka dapat ditebak hasilnya. Ya kan pren?

Jika Anda mendapatkan penawaran bisnis internet yang menginsyaratkan tidak perlu cari member, tidak perlu beriklan, tidak perlu membayar uang pendaftaran, tidak perlu membuat website, dan sebagainya. Lalu anda kerjakan cara sukses ini, lakukan sebaliknya: cari member sebanyak mungkin, buat iklan segencar-gencarnya, gunakan uang untuk biaya promosi agar lebih dahsyat lagi, buat website yang cemerlang, dan sebagainya untuk bisnis yang disebutkan modal kecil tersebut. Maka Anda juga pasti lebih yakin hasil yang akan Anda peroleh bisa jauh lebih besar dibandingkan dengan mereka yang benar-benar tetap dengan MODAL KECILnya itu.

Itu deh yang saya maksudkan dengan melakukan sebaliknya: Keluarkan Modal Besar untuk bisnis modal kecil.

Semoga Anda sukses.

Sumber : http://carasukses.com/

Kiat Sukses Bisnis Kuliner

Bisnis Kuliner dan aktifitas yang berkaitan dengan dunia kuliner merupakan salah satu subjek pembicaraan yang selalu hangat dan menarik di kalangan manapun. Bisnis kuliner semakin menjamur mengikuti permintaan pasar yang sangat antusias. Ada yang menyajikan menu makanan tradisional daerah, ada pula yang memilih Chinese food, European food, bahkan tak jarang ada yang menyajikan aneka snack dan jajanan ringan atau malah minuman dan segala macam es.

Menilik dari keuntungan yang dihasilkan, bisnis kuliner ini cukup menjanjikan karena pada umumnya keuntungan yang dihasilkan besar. Sebut saja beberapa nama seperti Pancious, McDonald, Burger King, KFC, Roemah Rempah, Duck King, Honeymoon Desert, JCO, Krispy Creme, Quickly, dan aneka surga makanan lainnya, mereka menuai untung yang cukup besar hanya dari food selling mereka sampai akhirnya membuka cabang di beberapa lokasi agar dapat memenuhi permintaan pasar. Tergiur bukan melihat kesuksesan mereka?

Pun demikian, mengelola bisnis kuliner bukanlah hal yang mudah dan banyak tantangan yang harus kita lalui. Tak heran jika banyak pula pebisnis kuliner yang akhirnya gulung tikar karena tak mampu bersaing dengan rival-rival di dunia kuliner. Bahkan ada yang tak sempat mencicipi nikmatnya menuai untung di ladang kuliner. Jika Anda sedang atau berminat membuka usaha kuliner, cermati beberapa tips sukses membuka usaha kuliner berikut agar bisnis Anda tetap berjaya dan semakin diminati.

BASIC NEEDS

Parking Lot Area

Tempat yang ramai sih memang asyik dan berpotensi mengundang khalayak untuk datang ke tempat Anda. Tetapi perlu dipertimbangkan juga, apakah tempat Anda memiliki lahan parkir yang cukup luas dengan tempat yang mampu menampung cukup banyak pengunjung sekaligus, karena pada umumnya lahan parkir selalu menjadi masalah yang cukup pelik sampai saat ini.

Placement
Apakah Anda memilih daerah kampus, daerah anak sekolah atau perkantoran? Well, jika Anda membuka bisnis kuliner tentunya Anda harus mengikuti lahan di mana Anda mendirikan resto Anda. Jika memang terletak di daerah kampus, tentunya Anda harus mengikuti pangsa pasar Anda, para mahasiswa. Mereka cenderung memiliki passion pada makanan yang banyak, lezat, sehat dan murah. Untuk itu Anda harus menyesuaikan jumlah porsi, serta harga yang pas untuk kantong mereka.

Design Place
Pengunjung adalah raja, untuk itu buat mereka senyaman mungkin saat berkunjung ke tempat Anda. Pada umumnya mereka bukan hanya sekedar mencari menu makanannya saja, tetapi juga suasana. Sehingga Anda patut membuat setting ruangan dan suasana yang cozy agar mereka betah berkunjung di resto milik Anda.

Sebut saja ornamen seperti patung, kolam, pepohonan, gubuk, adalah suasana yang pada umumnya selalu menarik orang untuk berkunjung karena merasa santai dan nyaman. Jangan lupa, atur juga pencahayaan masing-masing ruangan yang Anda rancang. Agar orang tidak merasa terganggu dengan cahaya atau ruangan yang terlalu gelap.

Price
Semakin murah semakin laris? Oh ya benarkah? Tentu tidak, malah terkadang makanan yang terlalu murah menimbulkan pertanyaan tersendiri bagi para konsumen. Higieniskah? Terbuat dari bahan apakah makanan tersebut? Apakah makanan itu sehat?

Well, tak perlu menekan harga terlalu rendah hanya untuk menarik perhatian pengunjung. Selama Anda menjaga kualitas dan bahan yang Anda gunakan, para pengunjung tentu akan menyadari dan tak keberatan membayar lebih untuk makanan lezat hasil karya Anda.

Service
Hal ini adalah hal yang sangat sering mendapat komplain. Apalagi jika kita menggunakan tenaga bantu pramusaji, terkadang mereka harus benar-benar dibekali dengan pendidikan dan kepiawaian melayani tamu yang baik. Jangan sembarang memilih pramusaji hanya berdasarkan salary yang rendah. Tetapi pastikan bahwa pramusaji Anda berkualitas dan dapat membantu Anda menyajikan menu demi menu istimewa dan membuat pelanggan merasa nyaman dan betah dengan pelayanan yang Anda berikan.

ADDITIONAL NEEDS:

* Selalu sediakan toilet, wastafel, tisu, tusuk gigi, asbak, sabun cuci tangan di resto Anda
* Pastikan bahwa tisu yang ada di meja makan adalah tisu khusus makan, dan jangan pernah menggunakan tisu toilet atau tisu kecantikan
* Pilih sabun cair ketimbang sabun batangan yang membuat pengunjung malah tak nyaman
* Tambahkan nuansa musik yang disesuaikan dengan placement dan selera pangsa pasar Anda
* Selalu bersihkan meja setelah konsumen pergi, dan jangan biarkan meja berantakan terlalu lama. Namun, perlu dicermati juga, bersihkan meja setelah konsumen benar-benar selesai dengan menunya

ADVERTISING NEEDS

* Iklankan resto Anda melalui berbagai media, baik cetak (banner, koran, majalah, flyer, poster, pamflet), atau elektronik (internet, TV, radio, SMS)
* Pastikan di dalam iklan yang Anda sajikan, Anda memberikan informasi yang jelas dan tidak menipu agar konsumen tidak kecewa
* Buat promo menu atau promo hari spesial agar menambah ketertarikan pengunjung datang ke resto Anda

Keramahan, kesabaran dan perhatian yang besar pada konsumen akan selalu menambah nilai bonus yang sangat besar bagi Anda. Berikan senyum dan jangan lupa ucapkan Bon Appetite! (Galeriukm).

Sumber:
http://metrotvnews.com/

Faktor dan Konsep Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk mempertahankan, mengembangkan, dan mendapatkan laba untuk kelangsungan perusahaan. Proses pemasaran sudah dimulai sebelum barang-barang diproduksi dan tidak berakhir setelah proses penjualan.

Kegiatan pemasaran perusahaan harus dapat memberikan kepuasan terhadap konsumen jika menginginkan kegiatan usaha suatu perusahaan terus berjalan atau konsumen memiliki pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan.

Menurut Kotler, manajemen perusahaan adalah penganalisisan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan untuk menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan perusahaan.

Suatu perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan salah satu faktor penting untuk mencapai kesuksesan perusahan, akan mengetahui cara dan falsafah baru yang terlibat di dalamnya. Cara dan falsafah baru ini adalah "konsep pemasaran".

Konsep Pemasaran
Sebagai falsafah bisnis, konsep pemasaran memiliki tujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan konsumen. Selain itu, konsep pemasaran berorientasi pada kebutuhan konsumen. Konsep pemasaran memang berbeda dengan konsep bisnis terdahulu yang berorientasi pada produk dan penjualan.

Konsep pemasaran terdiri atas tiga unsur.
• Berorientasi kepada konsumen.
• Penyusunan kegiatan pemasaran secara terperinci.
• Kepuasan konsumen.

Manajemen pemasaran pun tak dapat dipisahkan dari empat faktor utama yang sangat berpengaruh terhadap jalannya suatu manajemen pemasaran. Berikut ini empat faktor yang berpengaruh dalam manajemen pemasaran.

1. Product atau produk
Produk suatu perusahaan terbagi menjadi dua macan, yaitu produk berupa barang (seperti ponsel, motor, dan baju) dan produk yang berbentuk jasa (seperti tabungan, jasa telekomunikasi, atau jasa perawatan tubuh dan spa.

Dalam konsep produk, dikenal produk premium atau produk yang memiliki ciri khas, fitur unik, dam memiliki kelas tersendiri. Oleh karena itu, produk tersebut memiliki harga yang relative mahal. Sementara di sisi lain, ada juga konsep produk “me too”, yaitu produk yang didesain sebagai saingan atau imitator dari produk yang telah dulu ada di pasaran.

2. Promotion atau promosi
Promosi adalah langkah yang perlu dilakukan untuk memperkenalkan produk dan membujuk calon konsumen agar mengeluarkan uang untuk membeli produk yang ditawarkan. Dalam promosi, dikenal dengan adanya istilah promotion mix atau gabungan program promosi yang tergabung dalam empat elemen kunci, yaitu promosi melaui iklan, promosi publikasi, promosi melalui sales promotion, dan promosi melalui personal selling.

3. Place atau tempat
Place atau tempat berarti mengenai tempatr produk yang ditawarkan akan dijual atau dipasarkan. Place menyangkut strategi distribusi yang hendak dilakukan. Ada tiga model distribusi, yakni distribusi eksklusif, distribusi selektif, dan distribusi intensif.

Distribusi eksklusif adalah memasarkan produk barang dan jasa hanya pada outlet yang terbatas agar menjaga prestise dan reputasi produk yang ditawarkan. Contohnya, Kaos Joger yang dijual dan dipasarkan hanya di satu lokasi atau jam tangan Audemar Piaget yang hanya dipasarkan pada outlet-outlet tertentu.

Distribusi selektif adalah rangkaian produk yang hanya dijual atau dipasarkan di outlet modern atau pasar modern dan tidak dijual di pasar-pasar tradisional. Sementara itu, distribusi intensif adalah produk yang dipasarkan atau dijual ke seluruh jenis pasar, baik modern maupun tradisional, dan meliputi seluruh wilayah Indonesia.

4. Pricing atau harga
Pricing adalah strategi yang menyangkut dalam penetapkan harga produk. Seperti telah dijelaskan di atas untuk produk-produk dengan diferensiasi yang kuat, dapat menetapkan harga premium. Contohnya, motor Harley Davidson atau mobil Porsche. Selain itu, ada produk yang dijual dengan strategi low cost, contohnya jasa telepon yang ditawarkan para operator cdma.

Sementara itu, ada tiga jenis strategi penetapan harga, yaitu strategi harga berdasarkan biaya, strategi berdasarkan permintaan, dan strategi harga berdasarkan persaingan.

Sumber : http://www.anneahira.com/

Pengertian Marketing Management (Manajemen Pemasaran)

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan dan keinginan manusia serta terbatasnya sumber daya yang tersedia, maka pemasar dituntut untuk mengelola segala sesuatunya dengan efektif dan se-efisien mungkin. Agar semuanya itu berjalan sesuai dengan rencana, maka kita memerlukan suatu pengaturan pemasaran atau yang biasa kita sebut sebagai Manajemen Pemasaran.

Menurut American Marketing Association Phillip Kotler adalah “Marketing Management is the process of planning and executing the conception, pricing, promotion, and distribution of ideas, goods, and services to create exchange that satisfy individuals and organizations goals ".

Definisi ini mengatakan bahwa manajemen pemasaran adalah suatu proses merencanakan dan melaksanakan konsep, penentuan harga, promosi dan distribusi dari gagasan, barang dan jasa untuk membuat suatu pertukaran yang memuaskan individu atau tujuan organisasi.

Menurut ahli pemasar lain, Kotler mengatakan bahwa:

"Marketing management as the art and science of choosing target markets and getting, keeping, and growing customers through creating, delivering, and communicating superior customer value”

Definisi ini mengatakan bahwa manajemen pemasaran adalah suatu gabungan antara seni dengan ilmu mengenai pemilihan target pasar, memperoleh, menjaga dan menumbuhkan pelanggan, melalui proses penciptaan, penyampaian, dan mengkomunikasikan nilai lebih yang diterima pelanggan.

Dalam usahanya untuk mencapai tujuan, perusahaan harus mempertimbangkan berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal dari perusahaan. Hal ini perlu diperhatikan karena faktor-faktor tersebut dapat menghambat atau mendukung usaha-usaha yang dilakukan oleh perusahaan.

Banyak orang mengira bahwa pemasaran hanya terbatas, pada memasarkan dan mengiklankan suatu produk. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Marketing atau pemasaran tidak terbatas pada menjual serta mengiklankan barang atau jasa sehingga dapat dijual saja akan tetapi sesungguhnya pemasaran lebih luas dan lebih kompleks.

Menurut Kotler, yang dimaksud dengan marketing ialah

“A social and managerial process by which individuals and groups obtain with they need and want through creating and exchanging product and value with other.”

Yang dapat diterjemahkan secara bebas sebagai : "Suatu proses sosial dan manajerial tentang bagaimana suatu individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan membuat dan mempertukarkan produk dan nilai dengan yang lain (orang lain)".

Pada intinya konsep pemasaran merupakan perwujudan dari keinginan, kebutuhan dan permintaan manusia yang dijabarkan dalam bentuk produk dengan tujuan memuaskan keinginan manusia sehingga marketing dapat terjadi apabila seseorang memutuskan untuk mempertukarkan suatu barang demi memuaskan keinginan dan kebutuhannya.

Dari definisi di atas, kita melihat bahwa ada beberapa aspek yang menjadi inti dari definisi tersebut. Salah satunya menyebutkan tentang konsep perencanaan di bidang harga, promosi, distribusi yang biasa tercakup di dalam Marketing Mix.

Sumber : http://punyalea.blogspot.com/

Personal Selling

Salah satu alat dari bauran promosi adalah personal selling. Yang merupakan saluran promosi yang bersifat pribadi dan mencakup dua orang atau lebih.
Personal Selling menurut William J. Stanton (1994 : 410) adalah :
“Personal selling is the presentation of a product to a prospective costumer by a representative of the selling organization”.
“Penjualan personil adalah persentasi produk untuk calon konsumen dari wakil penjualan atau organisasi”

Sedangkan menurut Phillip Kotler (1993:376) adalah :
“Penjualan personal adalah potensi lisan dalam pembicaraan dengan salah satu atau lebih calon pembeli untuk tujuan melakukan penjualan”.

Sedangkan menurut Eugene M. Johnson, David L. Kurtz, Eberhard E. Scheuing (1994 ; 5) mendefinisikan personal selling adalah :
“Personal selling is a critical aspect of a firm’s promotional strategy. When currectly used and done well., it is a major factor in generating sales volume it is a part of promotion that brings a human element into marketing trnsaction. It makes it possible for the buyer to act immediately and simplifies the handling of individual costomer problems. This is the role and nature of the business function that sales managers must supervise”.

“Penjualan personil adalah aspek kritis dari strategi perusahaan. Kapan digunakan dengan benar dan berhasil dengan baik, ini adalah faktor utama dalam generasi volume penjualan ini adalah bagian dari promosi yang membawa unsur manuasia ke dalam transaksi pemasaran.Membuat jadi mungkin bagi pembeli dengan cepat melakukan dan menyederhanakan penanganan masalah dari para konsumen. Ini adalah peraturan dan sifat dari fungsi bisnis bahwa manajer penjualan harus melakukan pengawasan”

Dari definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa personal selling merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam strategi promosi perusahaan, dimana penjualan berhubungan langsung secara pribadi dengan calon pembeli. Dengan maksud menawarkan dan memberi mengenai barang, jasa dan ide yang menyebabkan terjadinya kombinasi antara pihak penjualan dengan pembeli.

Tujuan Personal Selling
Personal Selling salah satu alat promosi, tentunya merupakan ujung tombak bagi perusahaan yang menetapkannya dalam menghadapi dunia persaingan pada pasar yang dituju.
Philip Kotler (1993:367) menyatakan :
“Bahwa tujuan dari personal selling adalah untuk melakukan penjualan dengan menamakan pilihan pembeli, keyakinan pembeli and tindakan pembeli pada tingkat tertentu dalam proses pembelian”.

Penjualan tatap muka adalah alat bauran promosi antar pribadi dua arah antara wiraniaga dan pelanggan individual, tatap muka ini dapat melalui telepon, konferensi video atau dengan cara komunikasi lainnya. Contoh keefektifannya adalah mereka dapat bertanya kepada pelanggan untuk dapat mengetahui lebih jauh masalah mereka dan mereka dapat membina hubungan pribadi jangka panjang dengan si pengambil keputusan kunci.

Personal Selling mempunyai beberapa sifat atau ciri khas tertentu yaitu :
1. Tatap muka secara peorangan (Convertation), yaitu penjualan seseorang mencakup hubungan yang hidup langsung dan bersifat timbal balik antara dua orang atau lebih.
2. Pemupukan (Cultivation), yaitu penjualan perorangan memungkinkan timbulnya berbagai macam hubungan yang erat. Seseorang wiraniaga yang efektif biasanya mengingat-ingat minat dari konsumennya, jika mereka menghendaki hubungan yang langgeng.
3. Tanggap balik (Respon), yaitu penjualan perorangan yang menjadikan pembeli merasa berkewajiban untuk mendengarkan apa yang dibicarakan oleh seorang wiraniaga. Dengan ini diharapkan konsumen akan memberikan tanggapannya.

Bentuk-bentuk Personal Selling
Menurut Saladin (1991;163) ada beberapa kegiatan dalam melaksanakan personal selling yaitu sebagai berikut :
1. Field Selling, yaitu tenaga penjual yang melakukan penjualan diluar perusahaan dengan mendatangi konsumen dar I rumah ke rumah atau dari perusahaan ke perusahaan lainnya. Field Selling meliputi :
a. Penjualan Langsung, yaitu penjualan yang dilakukan dari rumah ke rumah untuk menjajakan barang jualannya. Penjualan ini sangat menghabiskan banyak waktu dan tenaga.
b. Penjualan Otomatis, yaitu penjualan yang dilakukan dengan menggunakan mesin yang telah dipasang secara otomatis yang selalu memberikan pelayanan 24 jam.
c. Jasa Pembelian, yaitu badan usaha yang memberikan produknya berupa jasa seperti : Sekolah, Rumah Sakit, Asuransi dan Bank.
2. Retail Selling, yaitu tenaga penjual yang melakukan penjualannnya dengan melayani konsumen yang dating ke perusahaan.
3. Executive Selling, merupakan hubungan yang dilakukan oleh pemimpin perusahaan dengan pemimpin perusahaan lainnya atau dengan pemerintah, dengan tujuan melakukan penjualan.

Proses Personal Selling
William J. Stanton (1994 ; 402-404) mengelompokkan personal selling dalam beberapa tahap yaitu :
A. Persiapan Sebelum Penjualan (Presale Ppreparation)
Pertama perusahaan harus memepersiapkan salesmannya. Usaha ini dapat dilakukan dengan memberikan pengertian kepada mereka tentang produk yang akan dijual, pasar yang akan dituju, keadaan persaingan, prinsip-prinsip salesmanship dan pengetauan-pengetahuan lain yang berhubungan dengan penjualan.
B. Pendekatan Kepada Individu (Preapproach to Individual Prospect)
Sebelum melakukan penjualan maka salesman perlu mempelajari individu atau perusahaan yang dapat diharapkan menjadi pembelinya tentang : kebiasaan membeli, kesukaan, atau selera konsumen, barang-barang yang digunakan, reaksi konsumen terhadap perusahaan yang akan ditawarkan salesman.
C. Melakukan Penjualan
Penjualan yang dilakukan bermula dari suatu usaha yang memikat perhatian konsumen, kemudian diusahakan untuk mengetahui keinginan mereka, yang selanjutnya diikuti penjualan oleh salesman.
D. Pelayanan Sesudah Penjualan
Kegiatan penjualan tidak berakhir pada saat pesanan pembeli dipenuhi, tetapi mesih perlu dilanjutkan dengan pelayanan kepada mereka. Biasanya kegiatan ini dilakukan untuk penjualan barang-barang.

Beberapa pelayanan yang biasanya diberikan adalah :
1. Pemberian garansi
2. Pemberian jasa reparasi
3. Latihan tenaga-tenaga operasi dan cara penjulannya
Dalam tahap terakhir ini penjual harus berusaha mengatasi berbagai macam keluhan atau pertanggung jawaban yang kurang baik dari pembeli, karena hal ini akan berkaitan dengan kepuasan konsumen.

Keuntungan dan Kelemahan Penggunaan Personal Selling
Keuntungan dalam penggunaan personal selling :

1. Salesman mencari dan memilih calon pembeli potensial, sehingga kemungkinan terjadinya penjualan lebih besar.
2. Dapat memperagakan cara-cara penggunaan barang secara langsung kepada calon pembeli, sekaligus menonjolkan kelebihan produk-produk tersebut
3. Dapat memberikan jawaban-jawaban kepada calon pembeli dan memberikan penjelasan atas keluhannya dan dengan keterampilannya salesman dapat membuat calon pembeli yang semula tidak tertarik untuk membeli produk tersebut.
4. Dapat membantu calon pembeli dengan memberikan petunjuk atau nasehat tentang jenis barang yang akan dibeli.
5. Salesman dapat mengunjungi langganan secara taratur, menanyakan pesanan-pesanan selanjutnya, sehingga langganan tidak sampai kehabisan barang dan perusahaan dapat meningkatkan penjualannya.

Sedangkan kelemahan personal selling adalah :
1. Biaya operasi yang cukup tinggi
2. Sulit mendapatkan salesman yang ahli dibidangnya
3. Terbatasnya waktu pelatihan

William J. Stanton (1994 ; 481) mengatakan :
Kebaikan personal selling adalah :

1. Lebih fleksibel dan dapat beradaptasi pada situasi pembelian yang beraneka ragam.
2. Kemungkinan gagalnya usaha lebih sedikit karena usaha difokuskan pada sasaran yang memenuhi syarat.
3. Memungkinkan untuk membawa calon pelangganj melalui proses bujukan yang masuk akal sehingga terjadi penjualan.
4. Memungkinkan untuk mendeteksi perhatian dan keterkaitan pelanggan yang hilang dan mendorongnya kembali dengan pengulangan yang sering.
5. Hubungan jangka panjang yang relatif dapat membuat penjualan selanjutnya lebih efektif.
6. Tenaga penjual dapat mengumpulkan informasi sehingga membantu perusahaan dalam membuat strategi berkala dan penyesuaian teknis.

Sedangkan keburukannya adalah :
1. Biaya operasi personal selling cukup mahal.
2. Sulit untuk merekrut tenaga penjual yang tepat, yang mempunyai potensi dan kemampuan menjual serta setia pada perusahaan.
3. Kesetiaan pelanggan hilang ketika tenaga penjual pensiun atau keluar dari perusahaan.

Sumber : http://www.ilmumanajemen.com/

16 Feb 2013

Cara Sukses Mengelola Bisnis Rumahan

Anda sedang memulai usaha bisnis rumahan? Well, pada postingan kali ini akan sedikit dibahas tips kiat sukses untuk mengelola bisnis rumahan anda agar lebih maju dan menguntungkan. Kebanyakan orang gagal menjalankan bisnis rumahan, karena mereka tidak mempersiapkan modal dan mental dengan baik sebelum memulai bisnisnya. Mereka hanya memikirkan cara mendapatkan keuntungan dengan cepat dan mudah, tanpa pernah mempersiapkan diri untuk menghadapi hambatan serta resiko bisnis yang mungkin muncul di tengah perjalanan usaha anda. Hal inilah yang membuat sebagian besar pelaku bisnis rumahan, gagal membawa bisnisnya menuju kesuksesan dan impiannya yang dari awal ditargetkan.

Untuk membantu anda dalam memberikan tips bagaimana agar semua itu dapat anda hindari sehingga bisnis anda bisa tetap terjaga dengan baik meskipun hambatan tersebut menerpa bisnis anda.

Berikut ini adalah tips cara sukses dalam berbisnis rumahan:

Awali dengan penuh keyakinan
Modal utama yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan bisnis rumahan adalah tekad dan keyakinan Anda dalam memulai usaha. Adanya keyakinan penuh, dapat memotivasi diri Anda untuk mengalahkan rasa takut akan kegagalan bisnis. Keyakinan juga akan membuat Anda semakin fokus menjalankan usaha yang ingin Anda bangun.

Mulailah dengan passion
Langkah awal Anda menuju kesuksesan adalah menekuni apa yang menjadi passion Anda. Begitu juga dengan menjalankan bisnis rumahan, pilih peluang bisnis yang benar-benar Anda cintai. Dengan menekuni bisnis sesuai dengan minat dan bakat Anda, maka secara tidak langsung Anda akan mengerjakan semua kegiatan bisnis dengan total. Dari mulai perencanaan bisnis, kegiatan operasional bisnis, sampai rencana pengembangan bisnis yang semuanya dikerjakan dengan tuntas. Jika Anda tidak menikmati bisnis yang Anda jalankan, bisa dipastikan bisnis tersebut tidak akan bertahan lama dan jauh dari kata sukses.

Tentukan impian yang menjadi tujuan bisnis Anda
Seperti halnya menjalani hidup, menjalankan bisnis rumahan juga mengharuskan Anda untuk menentukan tujuan bisnis Anda. Meskipun bisnis Anda dijalankankan di rumah, namun Anda harus memiliki planning untuk jangka pendek dan impian jangka panjang yang harus Anda capai. Dengan begitu Anda akan menjalankan bisnis dengan penuh semangat dan antusias untuk mencapai target-target yang telah Anda tentukan.

Tekun, disipiln, dan pantang menyerah
“Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian” istilah tersebut memberitahukan kepada Anda bahwa untuk mencapai suatu kebahagiaan dibutuhkan adanya kerja keras terlebih dahulu. Begitu pula dalam memulai bisnis rumahan, untuk mencapai kesuksesan kita dituntut untuk bekerja keras dan tekun menjalankan bisnis, disiplin dalam melaksanakan operasional usaha, serta pantang menyerah dalam menghadapi semua hambatan dan kendala usaha.

Tingkatkan pengetahuan dan ketrampilan Anda
Untuk menghadapi persaingan bisnis yang semakin berkembang, sebaiknya tingkatkan pengetahuan dan ketrampilan Anda untuk menunjang pertumbuhan usaha. Bukan hanya pengetahuan dan ketrampilan dalam mengelola usaha saja yang dibutuhkan, namun juga ketrampilan melihat peluang pasar, serta pengetahuan untuk menciptakan inovasi baru guna memenangkan persaingan pasar.

Bangun brand bisnis Anda
Walaupun Anda menjalankan bisnis di rumah, namun bukan berarti bisnis Anda tidak bisa dikelola secara professional. Mulailah untuk membangun brand bisnis yang baik dimata para konsumen. Sebab, dengan brand Anda bisa menarik konsumen mengenal bisnis rumahan yang Anda jalankan. Sehingga mereka tidak ragu untuk lebih loyal pada produk-produk yang Anda pasarkan.

Kunci kesuksesan bisnis rumahan sebenarnya ada di tangan Anda (para pelaku usaha), karena itu yakinkan diri Anda untuk memulainya dengan niat dan tekad yang kuat. Dan pastikan bisnis rumahan Anda dikelola secara professional, agar hasil yang diperoleh juga bisa maksimal. Semoga informasi tips bisnis untuk pekan ini bisa bermanfaat bagi Anda pelaku usaha dan calon pelaku usaha.

Nah itulah beberapa informasi seputar cara mengelola bisnis rumahan agar bisa berhasil... Semoga informasi tersebut bermanfaat buat anda yang membacanya.

Sumber : http://tourworldinfo.blogspot.com/

Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below

Powered By Blogger Widgets