14 Des 2012

ADA APA DENGAN WARALABA ?


Sebuah survey Gallup (USA) tahun 1997 menunjukkan bahwa 94% franchisee (terwaralaba) menganggap diri mereka sukses. Ukuran sukses ini berdasarkan pencapaian seperti uang, waktu, keseimbangan hidup, fleksibilitas, tantangan, kontrol, keamanan, bisa membuat hidup orang lain berbeda, dan tanggung jawab pribadi. Pada survei yang sama juga menunjukkan 75% franchisee yang ikut polling mengatakan bahwa setelah mengetahui apa yang mereka peroleh saat ini, mereka akan mengambil keputusan yang sama bila diberi kesempatan untuk memilih. Di lain pihak, berapa orang rekan kerja Anda bila diberi pertanyaan yang sama akan menjawab mereka sudah mencapai sukses? Berapa orang yang bila diberi kesempatan lagi akan tetap memilih karir atau perusahaan yang sama? Jawaban sederhananya adalah orang memutuskan berinvestasi pada franchise karena seba-gian besar franchisee memang menang. Tapi kenapa 99% orang yang melakukan inves-tigasi usaha franchise akhirnya memutuskan tidak melakukan investasi sama sekali?

Kelompok 99%

Orang yang masuk kelompok ini melakukan investigasi usaha franchise dengan sungguh-sungguh. Mereka tidak puas dengan pekerjaan dan berpendapat sudah saatnya berhenti menghasilkan uang untuk orang lain. Sekarang adalah saatnya untuk menghasilkan uang bagi diri sendiri!
Mereka datang ke pameran franchise, meminta brosur lengkap, bertemu dengan staf franchisor, bertanya ke konsultan franchise, dan melakukan survei lapangan ke berbagai gerai franchise. Pada saat tiba waktunya untuk memutuskan, ketakutan, keraguan, dan karakter negatif (baik dari diri sendiri, pasangan, anak, orang tua, dan teman) akan muncul mempengaruhi pengambilan keputusan.
Pikiran mengenai “bisnis ini memiliki kelemahan fatal, tingkat pergantian karyawan tinggi, kompetisi di bisnis ini tinggi, bisnis ini sangat berisiko, bisnis ini mungkin berhasil di daerah lain tapi tidak di daerah saya, dst.” akan mulai menghantui Anda. Anda tidak bekerja sedemikian keras dan lama untuk akhirnya mengor-bankan semua simpanan hnya demi sebuah bisnis. Anda mulai berpikir “siapa yang akan menanggung asuransi kesehatan keluarga dan dana pensiun, bagaimana dengan waktu luang untuk keluarga dan jatah liburan gratis dari perusahaan, dan bila bisnis ini tidak sukses saya akan kesulitan untuk memulai bekerja lagi.” Kesimpulannya selalu sama, yaitu untuk berhenti bekerja dan memulai usaha sendiri (franchise) sangat berisiko bagi keluarga. Ya, Anda benar! 99% orang juga mengambil keputusan ini.

Kelompok 1%

Orang di dalam kelompok 1% dan 99% semua mulai dari kondisi fisik yang sama pada saat melakukan investigasi usaha franchise. Yang membedakan kedua kelompok ini adalah mereka tidak memulai dengan mental bersih yang sama. Kelompok 99% selalu mengeluh mengenai pekerjaan mereka tetapi tidak punya keinginan nyata untuk mengubahnya. Kelompok 99% melakukan investigasi usaha franchise dengan tujuan menemukan kelemahan berbagai kesempatan usaha franchise sehingga mereka merasa bahwa keputusan untuk memulai usaha sendiri (self-employment) bukan pilihan terbaik. Sebaliknya, kelompok 1% memiliki komitmen kuat untuk melupakan masa lampau dan mengubah masa depan. Memulai sebuah usaha franchise merupakan keputusan yang tergolong sulit dan tidak biasa. Akan tetapi, kelompok 1% memang menolak untuk hidup biasa yang penuh kompromi.
Mereka memiliki latar belakang pendidikan, kekuatan finansial, pengalaman, usia, dan tantangan kehidupan keluarga yang sama dengan kelompok 99%. Apapun alasannya, kelompok 1% mampu membayangkan apa akhir dari karir pekerjaan mereka. Mereka telah menghadiri berbagai pesta perpisahan bagi staf yang pensiun dan pembagian penghargaan dengan pigura emas. Mereka sering mendengar pimpinan perusahaan berkata, “Kami semua akan merindukan kamu atau perusahaan ini tidak akan pernah sama lagi tanpa kamu!” Mereka akhirnya melihat bahwa staf-staf pensiun tersebut akan segera diganti dengan yang baru dan jarang perusahaan merasa kehilangan. Fakta-fakta ini yang menyebabkan kelompok 1% mengambil tindakan positif sekarang juga! Mereka tidak mau menjadi orang yang karirnya berakhir seperti itu. Mereka ingin bekerja keras dan sepenuh hati, untuk keluarga dan diri sendiri!
Tabel Perbedaan 99% dengan 1%

99%

1%

Waits for the "right time" to start a business.Declares "Now is the time." And then works to make it the right time.
Tries to find the perfect business.Tries to find a solid business and will work to make it the right business for them.
Looks for what's wrong with Franchises and reasons they won't work.Looks for franchises with a strong track record of success, while acknowledging their unique challenges and potential pitfalls.
Is normal and reasonable.Is exceptional and unreasonable.
Is committed to achieving stability and security and is risk-averse.Is committed to making a difference with their life and career and is willing to accept risk to do so.
Is afraid of the unknown. Make their fears mean "something is wrong" and back away from creating the future they desire.Is afraid of the unknown. Doesn't make their fears mean anything. "I am afraid of the unknown," they think, "so what else is new?"
Their future is something which happens to them and they fall into.Their future is something they design and then live into.
Listens to the opinions and accusations of the Inner Critic. Lets him impact their decision-making.Listens to the opinions and accusations of The Inner Critic. Doesn't let him impact their decision making.
Isn't born into the 99 percent. Becomes the 99 percent through the decisions they make.Isn't born into the 1 percent. Becomes the 1 percent through the decisions they make.
Disadur dari Street Smart Franchising – Joe Matthews, Don Debolt, Deb Percival

Sumber :
03 Februari 2009
Sumber Gambar :

0 komentar:

Posting Komentar

Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below

Powered By Blogger Widgets