16 Des 2012

Gule Kepala Ikan Mas Agus

Pelopor Gule Kepala Ikan Utuh

Berbeda dengan gule kepala ikan pada umumnya. Gule Kepala Ikan Mas Agus menyajikan gule ikan secara utuh dengan badan ikannya yang sudah tinggal tulangnya. Seperti apa peluang bisnis asal Solo ini?


Banyak cara yang dilakukan para creator kuliner dalam menciptakan keunikan bisnisnya. Agar terihat unik berbagai kemasan dan produk binis pun seringkali dibuat nyelenah dan menyimpang dari yang sudah ada. Tujuannya adalah agar merek dan produk terlihat different dan punya posisioning di benak customer.

Salah satu usaha kuliner yang berhasil menciptakan keunikan adalah Gule Kepala Ikan Mas Agus. Lewat produknya, gule kepala ikan utuh, usaha kuliner asal Solo ini tampil diffrent dengan slogan bisnis “pelopor gule kepala ikan utuh. “Biasanya gule kepala ikan itu yang dijual kan hanya kepalanya saja, seperti yang ada di masakan padang. Namun kita menjual badannya juga, namun yang sudah fillet sehingga tingal tulangnya saja. Inilah keunikan kita,” ujar Liesmianingsih, Owner Gule Kepala Ikan Mas Agus.

Lies, begitu sapaan akrabnya, mendirikan usaha ini bersama sang suami, Agus Harwanto di Jl perintis kemerdekaan No. 18, Solo pada 2010 lalu. Pasangan ini memang hobi berburu kuliner, terutama gule kepala ikan. Akan tetapi, ia menilai kebanyakan gule yang ia dapati terlalu kental. “Sehingga kalau kebanyakan makan akan terasa eneg,” katanya.

Maka, ia yang sudah berpengalaman di usaha kuliner pun mencoba membuat kreasi baru, yaitu membuat gule kepala ikan yang tidak terlalu kental. Melainkan gule yang ringan dan segar, namun sarat dengan rempah-rempah. “Gule kita tidak kental, namun ringan. Sehingga tidak membuat eneg. Karena terbuat dari rempah-rempah yang sehat dan rendah kolesterol,” katanya.

Selain itu, kelebihan Kepala Ikan Mas Agus juga tidak amis saat disantap. Dalam kandungan bumbu gule ikan tersebut teradapat rempah-rempah yang dapat menetralisir kadar keamisan ikan. “Ikan kita tidak amis meski dari laut,” kata Lies.

Menurut Lies, Selain gule, Kepala Ikan Mas Agus juga menjual beberapa menu lain seperti gule solo, tom yam solo, dagu penyet solo, dan gule ikan patin utuh. Harga menu produk yang ditawarkan Kepala Ikan Mas Agus juga tidak mahal. Rata-rata harga menu tidak lebih dari Rp 17 ribu.

Tawarkan peluang usaha

Meski baru didirikan dua tahun lalu, namun pertumbuhan bisnis Gule Kepala Ikan Mas Agus terbilang pesat. Tahun ini saja total jumlah gerainya sudah memiliki sekitar 32 buah tersebar di Jogja, Ponorogo, Kediri, Surabaya, Jember, Boyolali, Klatan, Jakarta, Cikarang dan Tangerang. Kendati demikian, dalam waktu dekat ini Gule Kepala Ikan Mas Agus tidak berencana membuka cabang banyak. “Kita sedang fokus mengembangkan gerai yang sudah ada,” terang Lies.

Dituturkan Lies, pesatnya pertumbuhan Gule Kepala Ikan Mas Agus tidak lepas dari campur tangan Tuhan. Menurutnya, tidak ada rahasia bisnis yang selama ini dikembangkan oleh manajemen Gule Mas Agus. “Kita memang tidak punya tim marketing dan promosi sendiri. Semua yang terkait dengan promosi diserahkan pada para mitra bisnisnya. Yang kita siapkan hanyalah produk R&D. Selebihnya, berkat pertolongan Tuhan dan banyak sedekah saja,” ujar wanita yang selalu mendermakan 20% harta dari penghasilannya ini.

Dijelaskan, pihak manajemen Kepala Ikan Mas Agus mulai memuka peluang usahanya setelah gerai pertama berjalan 5 bulan. “Saya tidak pernah berniat menawarkan peluang usaha ini kepada calon investor. Cuma mereka yang ingin menjadi mitra bisnis kita begitu melihat gerai kita ramai di Solo,” katanya.

Lalu berapa investasi peluang usaha ini? “Kita menawarkan investasi bisnis yang terjangkau. Total investasi awal sistem kemitraan di kota kabupaten kurang lebih Rp 150 juta, tergantung biaya sewa tempat. Namun jika peralatan yang dipunya mitra sudah lengkap, ada meja dan kursi. Investasi 50 juta sudah bisa jalan,” terang Lies.

Salah satu mitra bisnis Gule Kepala Ikan Mas Agus adalah Bapak Dewo. Ia menjadi mitra bisnis Kepala Mas Agus sejak 2010 di Jl Jatiwaringin, Jakarta. Meski tergolong baru, namun gerai bisnis Dewo sudah meraih kinerja omset yang cukup tinggi. “Alhamdulillah kinerja gerai kita berjalan dengan baik. Orang-orang yang pernah mencicipi Gule Mas Agus di Solo langsung ke gerai kita. Jadi saya tidak susah-susah berpromosi. Dalam sehari saya bisa menjual 100 ekor ikan,” katanya.

Sumber:http://www.majalahfranchise.com/v2/bussiness-opportunity/94-gule-kepala-ikan-mas-agus.html

Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below

Powered By Blogger Widgets